<>

29 May 2026

Navigating the Future: The Impact of AI on Islamic Economic Policy in the Digital Age

Navigasi Masa Depan: Dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap Kebijakan Ekonomi Islam

Oleh: N. Asya'bani, A. A. Susanto, L. H. P. Choris, S. K. Indirwan, & A. B. Robani | Diterbitkan: Mei 2025 (Review of Islamic Economics and Finance)

Di era digital saat ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah lanskap berbagai sektor, tidak terkecuali kebijakan ekonomi. Integrasi AI ke dalam ekosistem Ekonomi Islam membawa angin segar sekaligus tantangan baru. Sebuah studi literatur sistematis terbaru mengupas tuntas bagaimana teknologi ini dapat dioptimalkan tanpa mencederai nilai-nilai syariah.

Abstrak Riset

"Studi ini bertujuan mengeksplorasi dampak transformatif kecerdasan buatan (AI) terhadap kebijakan ekonomi Islam di era digital. AI, dengan kemampuannya dalam analisis data, optimasi pengambilan keputusan, dan penilaian risiko, menghadirkan peluang besar untuk memajukan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) terhadap 24 studi, riset ini menilai kontribusi AI sekaligus tantangan integrasinya seperti desain algoritma yang etis, mitigasi bias, dan kerangka regulasi yang kuat..."

Poin Kunci & Hasil Temuan Utama

  • Peluang Akselerasi Prinsip Syariah: Kemampuan AI dalam memproses data skala besar (Big Data) dan menilai risiko secara presisi dapat mendukung tujuan utama ekonomi Islam (*Maqashid Shariah*), khususnya dalam menciptakan keadilan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan mendorong inklusi finansial.
  • Tantangan Etika & Algoritma: Integrasi AI tidak luput dari risiko tersembunyi. Penelitian ini menyoroti perlunya memastikan desain algoritma yang etis, bebas dari bias data yang mendiskriminasi kelompok tertentu, serta mematuhi standar hukum dan moral Islam.
  • Kebutuhan Regulasi yang Tangguh: Agar inovasi tidak melanggar aturan agama, diperlukan kerangka regulasi baru yang kokoh yang mampu mengawal implementasi teknologi kecerdasan buatan ini agar tetap berjalan di koridor kepatuhan syariah (*Sharia Compliance*).
  • Sinergi Multipihak: Keberhasilan pemanfaatan AI dalam kebijakan ekonomi Islam masa depan sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pembuat kebijakan (*policymakers*), lembaga keuangan syariah, dan para pengembang teknologi (*developers*).

Kesimpulan Masa Depan

Kunci utama dari transformasi digital ini terletak pada keseimbangan. Inovasi teknologi yang agresif harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga integritas etis dan religius. Riset ini meletakkan fondasi penting bagi studi lanjutan mengenai cara memanfaatkan AI demi mencapai masa depan ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Tertarik untuk meninjau metodologi atau membaca versi lengkap (Full PDF) artikel ini?

Baca Artikel Selengkapnya di RIEF UPI

Referensi Sitasi Resmi:
Asya'bani, N., Susanto, A. A., Choris, L. H. P., Indirwan, S. K., & Robani, A. B. (2025). Navigating the future: The impact of AI on Islamic economic policy in the digital age. Review of Islamic Economics and Finance, 8(1), 125-150.
DOI: https://doi.org/10.17509/rief.v8i1.80936

How Islamic Leadership and Islamic Worldview Play a Role in Restoring a Country's Economic Glory: Blibliometrical Analysis

How Islamic Leadership Restore Country Glory: Restorasi Kejayaan Negara Melalui Kepemimpinan Berbasis Syariah

Diterbitkan pada: Transformatif: Jurnal Studi Keislaman (IAIN Palangka Raya)

Krisis kepemimpinan global saat ini menuntut adanya alternatif sistem manajerial yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga keadilan moral dan spiritual. Dalam artikel ilmiah terbaru berjudul "How Islamic Leadership Restore Country Glory" yang diterbitkan oleh Jurnal Transformatif, dibahas secara komprehensif mengenai formulasi kepemimpinan Islam sebagai instrumen strategis untuk mengembalikan era kejayaan suatu bangsa.

Abstrak & Fokus Penelitian

Penelitian ini mengeksplorasi peran vital kepemimpinan Islam dalam mengembalikan kejayaan suatu negara di tengah tantangan modernitas. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur kepemimpinan profetik (kenabian) yang mencakup shiddiq, amanah, fathanah, dan tablig, artikel ini menawarkan sebuah paradigma baru bagi reformasi tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat (*mashlahah*).

Poin Kunci Hasil Pembahasan

  • Latar Belakang Kontemporer: Degradasi moral, korupsi struktural, dan ketimpangan sosial di tingkat nasional memicu urgensi untuk menggali kembali konsep kepemimpinan Islam yang terbukti berhasil secara historis dalam membangun peradaban emas.
  • Metodologi yang Digunakan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis serta studi pustaka (*library research*) untuk membedah literatur kepemimpinan Islam secara objektif.
  • Temuan Utama: Pemulihan kejayaan negara dicapai melalui penguatan pilar akuntabilitas ilahiah (*divine accountability*) dan moralitas pemimpin, yang kemudian ditransformasikan ke dalam kebijakan publik yang adil, inklusif, dan bebas dari praktik koruptif.
  • Implikasi Praktis: Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah serta rekomendasi bagi para akademisi, pengamat politik, serta para praktisi pemerintahan dalam merumuskan model kepemimpinan masa depan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan sumbangsih pemikiran yang sangat berharga dalam memperkaya khazanah studi Islam kontemporer, khususnya di bidang siyasah (politik Islam). Relevansi antara teori kepemimpinan klasik dan fenomena tantangan negara modern diulas secara apik, membuktikan bahwa nilai Islam tetap memuat solusi universal untuk kemaslahatan bangsa.

Ingin meninjau data atau membaca naskah penuh (Full PDF) dari riset ini?

Baca Artikel Selengkapnya di Jurnal Transformatif

Referensi Sitasi Resmi:
Penulis. (2026). How Islamic Leadership Restore Country Glory. Transformatif: Jurnal Studi Keislaman, IAIN Palangka Raya.
URL: https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/TF/article/view/9777

Critical Assessment of Blockchain Applications in Zakat Literature: Lessons for Government and Future Directions

Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pengelolaan Zakat: Peluang, Tantangan, dan Arah Masa Depan

Oleh: Arva Athallah Susanto | Diterbitkan pada: 24 Mei 2025 (International Journal of Zakat)

Teknologi digital terus mentransformasi berbagai sektor finansial global, tidak terkecuali dalam ekosistem Keuangan Sosial Islam (Islamic Social Finance). Salah satu inovasi paling menjanjikan yang kini tengah menjadi sorotan adalah teknologi Blockchain. Melalui sebuah studi literatur mendalam, artikel ilmiah terbaru mengeksplorasi bagaimana Blockchain dapat merevolusi manajemen zakat menjadi lebih transparan dan efisien.

Abstrak Riset

"Teknologi blockchain merevolusi sektor keuangan, termasuk pengelolaan zakat dalam Islamic Social Finance (ISF). Studi ini menilai secara kritis potensi blockchain untuk mengatasi tantangan terkait zakat, seperti transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA, studi ini meninjau dokumen untuk mengevaluasi penerapan blockchain dan teknologi digital lainnya seperti AI dan IoT dalam pengelolaan zakat..."

Poin Kunci Hasil Penelitian

  • Solusi Transparansi & Akuntabilitas: Karakteristik Blockchain yang terdesentralisasi dan aman menawarkan solusi mutakhir untuk melacak pengumpulan hingga pendistribusian dana zakat secara real-time, sekaligus meminimalisir risiko manipulasi data.
  • Hambatan Adopsi: Meskipun potensinya besar, penerapan Blockchain pada lembaga zakat saat ini masih terbatas karena kendala kesiapan institusional, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, serta regulasi yang belum sepenuhnya matang.
  • Integrasi Ekosistem Digital (AI & IoT): Selain Blockchain, penggabungan teknologi lain seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dinilai mampu mengoptimalkan efektivitas zakat dalam program pengentasan kemiskinan.
  • Peran Strategis Pemerintah: Pemerintah memegang kunci utama dalam mempercepat digitalisasi ini dengan cara merumuskan kebijakan yang mendukung inovasi teknologinya tanpa mengesampingkan prinsip kepatuhan syariah (sharia compliance).

Mengapa Riset Ini Penting?

Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur keuangan Islam dengan menyajikan rekomendasi praktis bagi para pembuat kebijakan (policymakers) dan lembaga amil zakat. Melalui transformasi digital yang tepat, optimalisasi pengelolaan zakat dapat berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan penanganan kemiskinan yang lebih terukur.

Ingin membaca pembahasan lengkap dari artikel ilmiah ini?

Baca Artikel Selengkapnya di IJAZ

Sitasi Resmi:
Susanto, A. A. (2025). Critical Assessment of Blockchain Applications in Zakat Literature: Lessons for Government and Future Directions. International Journal of Zakat, 10(1), 80–98. DOI: https://doi.org/10.37706/ijaz.v10i1.658

18 January 2026

Di antara jutaan manusia

Terdapat berbagai macam manusia di dunia ini...

ada yang mengenal siapa dirinya, darimana dia diciptakan, dan untuk apa dia diciptakan

ada yang mengenal tuhannya, ada pula yang jauh dan menyimpang dari pangkuannya.

Kita diberi pilihan, dan terlahir sebagai apa bukanlah sebuah pilihan, namun mati sebagai apa itu lah menjadi sebuah pilihan....

Ada juga banyak cerita tentang kehidupan seseorang di dunia ini. Cerita tentang dengan apa dia dibesarkan, di lingkungan apa ia tumbuh, dan di tempat seperti apa dia meninggalkan dunia ini, dan dalam keadaan apa pula.

Aku tak tahu mengapa harus menulis topik ini..

Namun yang aku ketahui saat ini dan di kondisi terkiniku adalah... aku sedang berada di sebuah tempat di suatu negara, di tengah malam, dan di tempat yang tak biasa ku jumpai. Tepat saat menulis cerita ii

Dengan berbagai karakter seseorang dan setiap tempat yang menyimpan kisahnya masing-masing...

Juga, ditengah gemerlapnya dunia, kecanggihan teknologi, dan kian bertambah umurnya bumi ini. Diriku kini merenungi arti sebuah safar nan jauh dan panjang ini....

Bahwa kita dihadirkan didunia ini untuk memberi makna, pada setiap kisah yang dialami insan manusia. Dengan berbagai backgroundnya, tak mungkin kita dipertemukan satu dengan yang lainnya tanpa suatu asbab, pun dengan tempat yang kunjungi berikut kisahnya.

Di tulis di kedai halal di sebuah negara nun jauh dari Indonesia, di tengah gemerlapnya malam...sambil menunggu transit untuk penerbangan selanjutnya.


23 November 2025

Kapan ini selesai?

TITIK TERLEMAHKU DI KANADA

;kuhabiskan waktu sia-sia

percuma...

tidak mengikuti kehendak ortu..

membangkang...

nakal...

sibuk mencari jati diri yang padahal sudah ditemu sejak lama...


aku ingin mengajar

berbakti

tidak hanya pada diri dan keluargaku

tpi juga untuk agama dan bangsaku

menjadi seorang peneliti, pengajar yang mendidik

tidak hanya oportunis

tpi juga memiliki sumbangsih tidak hanya berorientasi duniawi

tpi juga ukhrawi


karena diri haruslah sadar

bahwa ilmu, iman, amal, ketiganya sia-sia nantinya

jika tidak diperuntukkan untuk negeri akhirat

pengalaman dan waktu adalah bekal untuk mengabdi

menjadi insan yang bertakwa dan bermatabat, tidak hanya di hadapan manusia

tapi juga dihadapan Rabbnya..


YaAllah untukmu 1/3 malam di kanada ku habiskan hari demi hari

walau kadang tertinggal subuh dan sholat fardu

tpi kuniatkan tetap untuk mempertahankan sunah

ditengah gempuran amalan wajib yang susah

sholat 5 waktu, bakti kepada orang tua, berbuat baik tidak hanya untuk sendiri, tpi sesama

istiqomahkan hamba ya Rab

untuk tetap di jalanmu ini...

upgrade-kan untuk terus menjadi lebih baik sepersekian detik dan hari demi hari nya

aamiin

16 February 2025

Manusia dengan berbagai pilihannya

Tahukah kamu? didunia ini, manusia diberi Allah berbagai macam cobaan. Yang kadarnya setiap manusia tidak sama. Ada yang diberi keunggulan A, namun lemah dibidang B, pun sebaliknya, ada yang diberi keunggulan B, namun lemah dibidang A. Sejatinya, 3 cobaan yang sering mendatangi manusia, seperti harta, tahta, keluarga walaupun terdengar klise. Tapi ini fakta. Harta bisa memabukkan, tahta bisa membutakan, keluarga bisa "merepotkan".

Ada yang harta dan tahtanya dapat, seperti kekayaan yang luar biasa banyaknya, kedudukan yang demikian tingginya, namun diuji dengan keluarga, seperti anak yang nakal, atau istri yang tidak menurut dengan suami. Ada yang kedudukannya tinggi, keluarganya ayem tentrem, tapi harta nya berkekurangan, seperti dililit utang, terjebak judi online, dan investasi bodong, ditipu orang, dll. Ada juga yang harta nya melimpah, keluarganya rukun, namun diuji dengan kedudukan, yang maksudnya ialah dengan jabatan yang ia peroleh, ia salah gunakan tidak untuk menolong agama Allah, malah sebaliknya, merugikan banyak orang dengan kebijakan yang dibuatnya, sehingga mengundang murka Allah di dunia, lebih-lebih di akhirat. Ada pula, manusia itu -2,+1, bahkan -3,+0, amat jarang yang +3,-0, dalam hal diatas contohnya +2,-1 ya.  Kalaupun ada yang +3,-0 seperti harta melimpah, kedudukan tinggi, dan keluarga harmonis, namun itu terlihat fatamorgana oleh orang-orang yang melihatnya. Sejatinya, ia tidak merasakan seperti yang dirasakan orang, atau biasanya hanya sesaat. 

Sehingga, apa yang membuat manusia itu berhasil di hadapan sang penciptanya? Iya, dialah orang-orang yang mempercayai keberdaaanNya, tidak melihatnya secara langsung, tapi merasakan kehadirannya di setiap saat. Selalu mersa cukup, tidak pernah mengeluh, bersabar saat diberi cobaan, bersyukur saat diberikan nikmat. Maka sejatinya ialah manusia yang paripurna. Manusia yang dihadapan TuhanNya ia tunduk, sehingga dicintai olehNya, dan dihadapan manusia dipandang bermartabat, sehingga dimuliakan olehNya.

Surabaya, Februari 2025, Menjelang Ramadhan.

Imanku mulai stabil, walau sholat kadang telat. Namun, ku tetap mencoba tuk kembali kepada romantisisme Iman masa lalu. Yang menyuguhkan kedekatan dengan Allah, hati ini bertasbih, dahi berada di titik terbawah, mata dijaga penglihatannya, dan otak diisi dengan ilmu-ilmu agama.

Stop hanya sekedar "rindu" mulailah dengan praktek. Tahukah kamu? bahwasanya senjata kaum muslimin di akhir zaman adalah berdzikir. Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Alaa Bidzikrillahi tathma'innul qulub. Dimulai dari detik ini, sudahkah kau sholat tepat waktu? yuk gas, tutup laptopmu, makan ramenmu, dan segeralah pergi ke rumah Tuhanmu.

Mengapa kau begitu lalai dengan mendahulukan aktivitas sekunder daripada primer? Apakah kau lupa dengan negeri akhirat? Tatkala kematian didepan mata, diri belum bersiap menghadapnya, naudzubillah, tsumma naudzubillah. Semoga kita senantiasa diberi taufik dan hidayah, petunjuk dari sang Maha Kuasa, tuk selalu berdzikir, beristighfar, tuk perjumpaan terbaik nantinya. Tuk mendapat syafaat kekasihNya. Rasulullah Muhammad SAW, di yaumul akhir, yaumul hisab, dan hari penghakiman.


12 January 2025

maaf

Maaf karena ku tak bisa memenuhi keinginan(mu) sementara ini.
Mungkin skenario terbaik adalah aku harus melewati ini semua.
Lika liku dalam hutan rimba yang tidak banyak orang mau menempuhnya.
Sakit, kesal, kecewa. Semua campur aduk menjadi satu.
 Akupun belum membuat resolusi untuk tahun ini, namun ku percaya meski belumuran dengan dosa, ku tetap bangun tahajud tuk menemuiMu di sepertiga malam terakhir. Aku hanya Ingin bermunajat untuk kau maafkan, kau berkahi umur, kau kuatkan pundak untuk menempuh jalan yang tak mudah itu.
Entah kedepan ku mau jadi orang biasa, atau orang besar kah seperti yang nenekku inginkan.
Ku tetap percaya bahwa skenarioMu yang terbaik.
Maafkan aku.
Aku akan berubah menjadi lebih baik dan baik lagi besok pagi.
Nafas embun pagi pertama yang kuhirup setelah bangun dari lelapnya tidur malam. 
Akan ku syukuri sebagai nikmat terbesar yang tiada duanya dariMu.
Jejak langkah kaki yang kutempuh ku syukuri sebagai anugerah akan nikmat menjadi Muslim setiap sepersekian detiknya.
Sekali lagi maafkan aku.
Aku kan kembali dan kembali berubah besok pagi, hingga ku melafalkan kalimat tauhid di akhir hidupku.
Tuk bertemu pada perjumpaan terbaik dan kehidupan yang hakiki kelak.
Bertemu kekasihMu. Berharap akan syafaat beliau dan ridhoMu.
Aamiin ya Rabbal Alamin..

28 December 2024

titik terendahku di penghujung 2024

Hidup kadang susah ditebak, setelah mendapat nikmat yang berkepanjangan, sesudahnya dapat kesedihan yg tiada ujungnya, rasanya hidup hampa dan kosong tanpa arah.

Ya itu yang kualami per 29 December 2024. Berada dalem fase quarter life crisis kembali. Semua kerjakan terbengkalai, dipaksakan untuk di garap di hari deadline. Semua menumpuk dalam 1 waktu, rasanya hidup begitu sulit, boro-boro memikirkan bakti terhadap orang tua dan agama serta bangsa. Mengurus diri sndiri saja tak bisa, apalagi anak orang nantinya. Ya Allah. Mungkin aku ditakdirkan dalam fase ini tuk cerita agar di masa depan aku menertawakannya dengan terheran2. Mengapa dulu aku bisa begitu.

Begitulah hidup kadang siklikal, kadang monoton, dan dinamis. Monoton kadang tak enak, karena merasa seperti robot, gitu2 saja, dkasih siklikal dan dinamis pun kadang tak enak, karena kelelahan fisik dan mental. Hm kunci nya ada di syukur, sabar, ikhlas, tawakal. Kembali lagi kepada agama yang mengajarkan norma, adab, serta tujuan hidup.

Norma tentang kehidupan bermasyarakat dan berbudaya

Adab tentang akhlak terhadap tuhan, sesama, dan lingkungan

Tujuan bicara tentang arah kembali pulang setelah mengabdi sekian lamanya umur manusia yang rata-rata 63 tahun

Pada ujungnya, kita akan mati, dan sebaik-baik Iman dan taqwa adalah pakaian dan pengingat kematian.

-Arva, 
29 December 2024

Berada dalam fase tuk kembali ke padaNya. Menjadi fitrah sebaik-baik makhluk.

17 December 2024

braga, creativity of west java, 2024

Di penghujung tahun 2024 banyak surprise yang kudapatkan. Mulai dari mengisi acara di sumatera, hingga menjadi pembicara di konferensi Internasional di kampus idaman ketika SMA, yap, Institut Teknologi Bandung. Bagaimana tidak, kampus ini menghasilkan alumni-alumni dengan figur yang saya gandrungi semenjak masa sekolah. Seperti Prof Bacharuddin Jusuf Habibie, Ridwan Kamil, hingga Ir. Soekarno. Kampus yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia. BJ Habibie dengan kejeniusannya dari FTMD (Saat itu Universitas Indonesia di Bandung, yang kemudian berganti nama menjadi ITB). Ridwan kamil dengan IQ nya yang lulusan SAPPK ITB dan lanjut ke UC Berkeley jurusan Urban Design. Serta Ir Soekarno dengan kepawaiannya dalam berpidato, bersiasat, penguasaan semua ideologi dunia, hingga ilmu intelejen tingkat tinggi nya. Tak khayal kecerdasannya diakui baik nasional hingga manca negara.

Sedikit cerita juga yang kubawa dari Bandung, yakni romantisismenya, dengan gemerlap malam nya sebagai Ibu Kota provinsi terbesar di pulau Jawa, hiruk pikuk kehidupan duniawi, mulai pekerjaan, perkuliahan, hingga perdagangan, tak khayal menjadikannya kota yang dirindukan di Jawa, setelah Jogjakarta dan Surabaya. InsyaAllah jika diizinkan ingin menempuh S3 disana, atau bahkan Allah memberikan kejutan yang diluar prasangka hambanya. Yang terpenting ialah menata niat, untuk apa tujuan dari menempuh studi lanjut itu. Bukan sekedar gelar, tapi makna dari setiap pekerjaan yang dilakukan ketika menjadi mahasiswa.





Jabarano Coffe, 2024

20 November 2024

samosir, 2024

Tentang keikhlasan. Sejauh mana hati yang bersih, jiwa yang suci dan jauh dari hasad, iri, dengki (tazkiyatun nafs) membawa mu pada kedekatan terhadap sang Khaliq. Di tengah gempuran post modernisme dengan kecanggihan teknologinya. Mampukah kita berfilsafat islami sesuai kaidah Al Quran dan Hadits? Menggunakan tidak hanya nalar dan logika, tetapi rasio otak yang sinkron terhadap spiritualitas melebihi dimensi ruang dan waktu. Tidak hanya mengindera tetapi meyakini dan merasakan beyond all the big things, there is a wonderful scenario from Allah. 

13 October 2024

Dua kondisi yang berbeda

Pernahkah Anda berada pada situasi dimana setelah mendapatkan kesenangan, ada kesedihan, sebaliknya setelah mendapatkan kesedihan, ada kesenangan. Mengapa kita tidak dapat berlarut dalam kesenangan saja?

Ya, jawabannya adalah hukum Alam. Nature's Law. Seperti dalam Al Qur'an, dibalik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Namun mengapa tidak direksinya itu dibalik setiap kemudahan, ada kesulitan? Yap, karena Allah sayang sama kita, ketika kita dihadapkan pada kesulitan, ketika kita mendengar ayat ini, kita tidak langsung berlarut dalam kegelisahan yang berkepanjangan, karena ada jaminan (guarantee) bahwa suatu saat pasti akan datang kemudahan. 

Untuk pertanyaan mengapa tidak sebaliknya diksi kata-nya? Menurut saya karena ketika kita belajar dari kegagalan, sebagai makhluk yang menghambakan diri kepada sang pencipta, ketika dalam kemudahan kita akan menjadi tidak sombong, merasa dalam puncaknya. Ketika kita melebihi batas, maka akan datang kesulitan. Ketika belajar dari kesulitan dan nanti akan datang kemudahan, maka ketika datang kemudahan kita akan aware, dan selalu menyebut asma nya. Namun, mengapa kadang momentum tidak berpihak kepada kita? Ya, itu karena bisa jadi ibadah yang kurang, istirahat yang kurang cukup, dan terlalu mementingkan duniawi. Tapi manusia juga tidak luput dari kesalahan, hal kecil yang berdampak besar jangan disepelekan. Untuk itu pentingnya doa sebagai senjata utama seperti yang saya jelaskan di slide sebelumnya. Doa untuk menolak bala, diberi keselamatan dunia dan akhirat. Juga amalan kecil, seperti bakti pada orang tua, menjaga lingkungan, dan memelihara diri dari perbuatan munkar.

InsyaAllah dengan begitu akan lebih dominan kesenangan dhahir dan batin kita. Bismillah, yuk kita pasti bisa.

Dharuriyyah, The Great Reset, and The Greatest among The Greatness

Bagaimana nasib pelancong nan jauh di negeri sana yang tidak bisa merasakan makan dengan enak seperti di negerinya?

Makan dengan kurs IDR bukan USD. Makan dengan uang Rupiah yang berdaulat bukan dengan Mata Uang yang dicetak seenak jidat tanpa underlying asset.

Mengapa itu bisa terjadi?

Ya, jawabannya adalah peristiwa sejarah.

Bagaimana uang menjadi tak bernilai di mata manusia.

Uang yang awalnya berasal dari 1 gram emas = 1 helai kertas sebagai bukti kepemilikan emas yang tersimpan di Bank. Menjadi 0,0000000 tak hingga. 

Namanya juga dunia, dimana letak keadilannya?

Letak keadilan adalah di negeri akhirat.



Kembali lagi ke topik...

Uang yang dulunya menjadi primadona karena didapatkan dari jerih payah menggali unsur terdalam di bumi, kini melalui tebangan pohon pinus dan itu bisa didaur ulang dan diimitasi serta dicetak sebanyak-banyaknya.

Jika kita memandang Islam dahulu pada masa kejayaannya, mereka menggunakan emas dan perak untuk transaksi. Tapi di era digital ini bagaimana emas dan perak bisa diterapkan?

Apakah mengikuti nilai London Gold Exchange Standard? ataukah dengan inovasi dengan teknologi blockchain yang underlyingnya emas, jadi 1 ARV (Arva Gold) = 1 gram emas. Dan itu nilainya setara dengan semua mata uang yang ada di dunia ini.

Untuk mencapai itu semua, diperlukan The Great Reset, mereka mengagendakan, mereka memakar, tapi makar Allah lebih canggih dari musuh-musuh nya. Untuk menjadi bagian dari perubahan positif terhadap tatanan dunia yang ada, maka diperlukan menimba ilmu melalui dimana peradaban modern itu dimulai. Ekonom besar bangsa pernah menimba ilmu disana bung RR, bung IN, bung FB. Semua lulusan sana. Yap, untuk itu harus realistis, persiapkan motivation letter, resume, GRE, GMAT, jangan lupa satu, Do'a. Itu senjata utama umat muslim.

Persiapkan diri dengan kembali ke fitrahnya sebelum peradaban itu direset oleh yang Maha Kuasa, bukan Mereka yang Sok Kuasa.

Sekian

11 September 2024

Fa bi ayyi ala irabbikuma tukaddzibann

Orang gila mana yg nggk bersyukur diberi nikmat bisa lanjut studi di jenjang berikutnya? 
Orang gila mana yg nggk mengoptimalkan studi lanjut padahal dengan biaya sendiri? 
Orang gila mana yang selalu insecure merendahkan diri dihadapan teman2nya padahal punya resources yang berlimpah? 
Orang gila mana yang nggak bersabar diberi ujian padahal orang lain diberi ujian yang lebih berat? 

Dan pertanyaan tentang orang gila lainnya... 
Ya Allah, astaghfirullah 3x.. 

Yakk diantara nikmat lain yang Allah berikan, mana lagi yang kau dustakan? nikmat sehat, menghirup oksigen yang mahal sepersekian detiknya? Nikmat mata untuk melihat secara jelas, nikmat pendengaran, dan panca indra lain? Kurang apa lagi? Subhanallah wal hamdulillah wala ilaa ha illallah wallahuakbar. Maha suci Allah dan tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan dia Maha besar.. 

Sesungguhnya ketika kita merenungi secara mendalam tentang hakikat kehidupan ini. Kita akan mendapati titik 0 bahwa kita adalah makhluk yang terbatas. Cara berpikir kita terhadap dunia ini, baik masa lalu, sekarang, dan masa depan, hanya sebatas yang kita tahu saja. Beyond all of that, there is a magnificent knowledge of Allah. Hingga di surgaNya kelak hambamu ini ya rabb sebagai mahkluk yang dhoif, berharap melihat terbukanya mihrab dan melihat langsung engkau, ya Rabb. aamiin 

06 September 2024

Menjadi seseorang

Dalam hidup ini, banyak hal acak yang tak bisa diprediksi. Kadang, kita bisa mengidolakan seseorang hingga meniru rekam jejaknya secara sengaja, pun kadang kita membenci seseorang hingga enggan meniru rekam jejaknya dan secara tidak sadar suatu saat kita mengikuti jejaknya tanpa sengaja. Ya, hidup memang random dan unpredictable. Oleh karena itu, sebagai manusia kita tidak boleh sombong dan merasa superior di bandingkan yang lain. Sifat tawaddu' lah yang akan mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang mendapat ketenangan maksimal dalam hidupnya

Metaphycisc based on Newton's Law about feedbacking the cost of study

In this blog you always talk about the balancing life. But what actually is? Is that just a matter of emotion within yourself that you can't control? Life isn't as simply as Newton's Law or Metaphysics theory. But, in this theory you can learn a lot about a matter of perspective.

Again, I'll give you an example. The cost that you take as a master's degree student for example, without scholarship, the cost is expensive. 21 Million of IDR and each semester times to 3 you'll cost 8.5 Million of IDR. So, approximately, 46.5 Million of IDR. But how to feedback all of this. Is that with effort? Only that can be enough? The answer is relative. With Metaphysic based on Newton's theory it can be calculated and balanced with effort only if the effort you give is worth it. With knowledge will come a masterpiece. Knowledge will conquer everything even a mountain of money plus if it combines with good attitude. That is 2 keywords of feedbacking the cost of money you spent throghout the years. So wanna try? Let's see 1,5 years ahead, InsyaAllah 

01 September 2024

Do you believe a world of happy endings?

World, a word that describe the whole life structure of humanity. The world consists of complex aspects. Social, economy, politics, ideology, law, defence, security, and so on. Can you as a human mastering all of those aspects? So that being a man that can conquer the world easily. But what is the purpose of those things?

I have a perspecive about that. The purpose of mastering knowledge and conquering the world is one. To reach the top position in afterlife (read: jannatul firdaus/highest level of heaven in Islam). A man/ person that didn't believe in hereafter will left nothing behind afterlife. They think that life is the only one people survived. But, me as a moslem believe a concept of balance in life. When you do a good deeds in life, hereafter will rewards good on you. Either, if you do bad things, hereafter will rewards bad on on you. So, nothing will be useless.

And, how is that a concept of a world of happy endings? And should we have to believe this? The answer is within ourself. If you believe in god, and prophet Muhammad SAW as the last massanger of Allah, you will find a whole concept of universe. From the beginning, till the end. In the scripture of Al Qur'an and Hadith there is a whole concept of it. Learn to read the translation of first surah solely insyaAllah you will find hidayah (read: a mercy of Allah) that can guide you to the world of happy endings.


Written by: Arva Athallah Susanto

Sept, 01, 2024

30 August 2024

Episode Mengulang Kehidupan Masa Lalu (Episode of Time Travelling The Past)

Halo, kembali lagi dengan saya. Di titik kehidupan ini, Akhir Agustus 2024, saya coba merangkum time stone perjalanan kehidupan selama 8 bulan di 2024. Yaap, NOSTALGIA adalah sebuah kata kunci utama yang mewarnai perjalanan episode ini. Bagaimana tidak? Saya kembali lagi bermain game online yang telah lama vakum 8 tahun lebih lamanya dan belajar melalui media belajar online setelah vakum 6 tahun lebih lamanya walaupun kini telah menginjak fase studi lanjut. Menurut saya itu penting sebagai bagian dari self-teraphy. Terapi dari pengalaman pahit di masa lalu dengan mengimbangi pengalaman manis yang ada di masa lalu. Sehingga hukum F aksi = F reaksi tetap balance. 4 bulan lamanya saya bermain game online di 2024 ini dan baru sehari terhitung sejak hari ini saya membelikan adik platform belajar online yang pernah saya gunakan ketika SMA. Platform tersebut sudah ada sejak 2007 an kalau saya tidak salah. Dan bertahan exist hingga sekarang. Harapannya agar adik mengikuti jejak saya bahkan jauh lebih hebat dari saya, dan dapat mewujudkan cita2 sang ayah agar salah satu anaknya menjadi mahasiswa/i kedokteran di univ negeri ternama di Indonesia, Amiin.

Yap, kembali lagi ke self-teraphy dan NOSTALGIA tadi. Memang berat bagi seseorang yang mempunyai trauma masa lalu untuk bisa sembuh secara total. Saya percaya metode ini akan berhasil untuk menghapus rasa itu perlahan demi perlahan. Keseimbangan yang ada dalam diri manusia harus tetap utuh hingga manusia itu paripurna, keseimbangan + lebih banyak daraipada - nya. Ketika positive vibes hadir dalam diri manusia maka akan menjadi pribadi yang mendekati kesempurnaan dihadapan sang khaliq. Positive vibes yang saya maksud adalah aktivitas positif yang dihadirkan oleh diri individu untuk menjadi manusia yang mendekati sempurna dalam pandangan agama ad-dinul Islam.

Aktivitas ini rupanya akan berlanjut hingga akhir tahun ini, atau ketika 4 bulan masa liburan semester telah usai, akan rebalancing life kembali menjadi pribadi yang lebih baik, baik dari segi ibadahnya, hablum minallah dan hablum minannas. Yap, saya akan menjajaki harip-hari kedepan dengan platform media belajar online yang baru saya jalani 1 hari ini. Entah apakah akan bertahan 1 tahun? nantikan kisahnya di postingan selanjutnya. 

30 June 2024

Awal dan Akhir dari sebuah perjalanan yang diharapkan

Ya, aku harus menjadi orang besar yang menciptakan dampak bagi masyarakat luas. Perbesarlah mimpi itu, jangan pernah kau surutkan. Tidak ada kata balas dendam, yang ada hanya pembuktian. Bisa jadi Allah memulangkanmu untuk memberangkatkanmu ke tempat yang jauh lebih baik. Dan percayalah terhadap Qadha dan Qadarnya.

Lihatlah semua orang besar, mereka ditempa di atas tanah yang terjal, bergejolak, tak datar, dan penuh dengan lika-liku. Siapkan dirimu terhadap seluruh skenarionya dan pegang eratlah satu kata kunci "Iman" dan dengan kata kunci itu harapannya kau dapat berkelana kemana saja tanpa kehilangan orientasi dan arah.

Pegang teguhlah agama dimana-mana tempat yang akan kau jejaki di bumi Allah. Jangan kau bandingkan dirimu dengan yang lain. Karena hakikatnya ialah tak sama. Allah menciptakan berbagai suku, ras, agama, keyakinan, untuk kita saling mengenal.

Be the change you wish to see in the world. Dunia perlu pembuktian, bukan janji-janji/angan-angan manismu. Berlayarlah dengan memegang jalan akhirat sebagai tujuan, Al Qur'an sebagai pedoman, Sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai penguat Iman, untuk bekal kau berlabuh di pelabuhan. 

Lihatlah sejarah yang menghasilkan tokoh besar revolusioner dengan gagasan-gagasannya. Mereka memberikan sumbangsih untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pembaharu-pembaharu itu tidak lahir dalam satu malam, melainkan akumulasi dari tiap-tiap malam yang dihabiskan untuk memikirkan umat, bangsa, dan agama.

Tidak lupa pula ada keajaiban-keajaiban yang sifatnya dapat dinikmati secara langsung & tidak langsung. Dengan mentadabburi, mentafakkuri, akan tanda-tanda kebesarannya. Maka niscaya engkau dapat melihat hikmah dibalik setiap peristiwa-peristiwa.

Jadikan tulisan ini sebagai  bukti bahwa rahmat, ampunan (maghfiroh)nya seluas samudra. Bahwa tulisan ini ke lima-tahun dunia yang ingin kau lihat di masa yang akan datang. Tatkala tubuhmu berlumuran dengan dosa di masa sekarang dan masa lampau, hendaklah senantiasa diri dibuat bertobat setiap saat agar menjadi insan paripurna di masa yang akan datang. Karena rahmat Allah tak terhingga adanya. 

Diatas sajadah, didepan laptop, dan disamping hp.

Bukan untuk apa-apa, hanya sebagai ajang refleksi diri saja.




15 January 2023

What on the floor far different with what behind it

First of all, I want to say happy new year to all of us. 

I would tell you about "perspective". I've just got an inspiration from guru gembul. It's about the social phenomena in our society. Once he asked for writing an academic administration. But, he reject it and consider to not doing that because he tend to get out and look for another school than doing this. From my sides, I would say that it's a genious decision because we don't need to take a lot of our time to do something that destroy a nature (as guru gembul said), as far as I thought it was true because guru gembul is more likely to do something that directly meaningful for society. It doesn't need some complicated things instead, simply but meaningfully (or it called as effectifely as efficiently).

Sometimes we think that a long time process will generate a powerful result. But, he prove it was incorrect. The fact that's proved by him is if we're doing something that didn't need a long time process instead, but simple, continously, suistainable, or in islam called istiqomah, someday it would be generating a powerful result. I believe this idea, and it was my perspective. InsyaAllah.