<>

29 May 2026

Navigating the Future: The Impact of AI on Islamic Economic Policy in the Digital Age

Navigasi Masa Depan: Dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap Kebijakan Ekonomi Islam

Oleh: N. Asya'bani, A. A. Susanto, L. H. P. Choris, S. K. Indirwan, & A. B. Robani | Diterbitkan: Mei 2025 (Review of Islamic Economics and Finance)

Di era digital saat ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah lanskap berbagai sektor, tidak terkecuali kebijakan ekonomi. Integrasi AI ke dalam ekosistem Ekonomi Islam membawa angin segar sekaligus tantangan baru. Sebuah studi literatur sistematis terbaru mengupas tuntas bagaimana teknologi ini dapat dioptimalkan tanpa mencederai nilai-nilai syariah.

Abstrak Riset

"Studi ini bertujuan mengeksplorasi dampak transformatif kecerdasan buatan (AI) terhadap kebijakan ekonomi Islam di era digital. AI, dengan kemampuannya dalam analisis data, optimasi pengambilan keputusan, dan penilaian risiko, menghadirkan peluang besar untuk memajukan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) terhadap 24 studi, riset ini menilai kontribusi AI sekaligus tantangan integrasinya seperti desain algoritma yang etis, mitigasi bias, dan kerangka regulasi yang kuat..."

Poin Kunci & Hasil Temuan Utama

  • Peluang Akselerasi Prinsip Syariah: Kemampuan AI dalam memproses data skala besar (Big Data) dan menilai risiko secara presisi dapat mendukung tujuan utama ekonomi Islam (*Maqashid Shariah*), khususnya dalam menciptakan keadilan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan mendorong inklusi finansial.
  • Tantangan Etika & Algoritma: Integrasi AI tidak luput dari risiko tersembunyi. Penelitian ini menyoroti perlunya memastikan desain algoritma yang etis, bebas dari bias data yang mendiskriminasi kelompok tertentu, serta mematuhi standar hukum dan moral Islam.
  • Kebutuhan Regulasi yang Tangguh: Agar inovasi tidak melanggar aturan agama, diperlukan kerangka regulasi baru yang kokoh yang mampu mengawal implementasi teknologi kecerdasan buatan ini agar tetap berjalan di koridor kepatuhan syariah (*Sharia Compliance*).
  • Sinergi Multipihak: Keberhasilan pemanfaatan AI dalam kebijakan ekonomi Islam masa depan sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pembuat kebijakan (*policymakers*), lembaga keuangan syariah, dan para pengembang teknologi (*developers*).

Kesimpulan Masa Depan

Kunci utama dari transformasi digital ini terletak pada keseimbangan. Inovasi teknologi yang agresif harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga integritas etis dan religius. Riset ini meletakkan fondasi penting bagi studi lanjutan mengenai cara memanfaatkan AI demi mencapai masa depan ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Tertarik untuk meninjau metodologi atau membaca versi lengkap (Full PDF) artikel ini?

Baca Artikel Selengkapnya di RIEF UPI

Referensi Sitasi Resmi:
Asya'bani, N., Susanto, A. A., Choris, L. H. P., Indirwan, S. K., & Robani, A. B. (2025). Navigating the future: The impact of AI on Islamic economic policy in the digital age. Review of Islamic Economics and Finance, 8(1), 125-150.
DOI: https://doi.org/10.17509/rief.v8i1.80936

How Islamic Leadership and Islamic Worldview Play a Role in Restoring a Country's Economic Glory: Blibliometrical Analysis

How Islamic Leadership Restore Country Glory: Restorasi Kejayaan Negara Melalui Kepemimpinan Berbasis Syariah

Diterbitkan pada: Transformatif: Jurnal Studi Keislaman (IAIN Palangka Raya)

Krisis kepemimpinan global saat ini menuntut adanya alternatif sistem manajerial yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga keadilan moral dan spiritual. Dalam artikel ilmiah terbaru berjudul "How Islamic Leadership Restore Country Glory" yang diterbitkan oleh Jurnal Transformatif, dibahas secara komprehensif mengenai formulasi kepemimpinan Islam sebagai instrumen strategis untuk mengembalikan era kejayaan suatu bangsa.

Abstrak & Fokus Penelitian

Penelitian ini mengeksplorasi peran vital kepemimpinan Islam dalam mengembalikan kejayaan suatu negara di tengah tantangan modernitas. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur kepemimpinan profetik (kenabian) yang mencakup shiddiq, amanah, fathanah, dan tablig, artikel ini menawarkan sebuah paradigma baru bagi reformasi tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat (*mashlahah*).

Poin Kunci Hasil Pembahasan

  • Latar Belakang Kontemporer: Degradasi moral, korupsi struktural, dan ketimpangan sosial di tingkat nasional memicu urgensi untuk menggali kembali konsep kepemimpinan Islam yang terbukti berhasil secara historis dalam membangun peradaban emas.
  • Metodologi yang Digunakan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis serta studi pustaka (*library research*) untuk membedah literatur kepemimpinan Islam secara objektif.
  • Temuan Utama: Pemulihan kejayaan negara dicapai melalui penguatan pilar akuntabilitas ilahiah (*divine accountability*) dan moralitas pemimpin, yang kemudian ditransformasikan ke dalam kebijakan publik yang adil, inklusif, dan bebas dari praktik koruptif.
  • Implikasi Praktis: Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah serta rekomendasi bagi para akademisi, pengamat politik, serta para praktisi pemerintahan dalam merumuskan model kepemimpinan masa depan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan sumbangsih pemikiran yang sangat berharga dalam memperkaya khazanah studi Islam kontemporer, khususnya di bidang siyasah (politik Islam). Relevansi antara teori kepemimpinan klasik dan fenomena tantangan negara modern diulas secara apik, membuktikan bahwa nilai Islam tetap memuat solusi universal untuk kemaslahatan bangsa.

Ingin meninjau data atau membaca naskah penuh (Full PDF) dari riset ini?

Baca Artikel Selengkapnya di Jurnal Transformatif

Referensi Sitasi Resmi:
Penulis. (2026). How Islamic Leadership Restore Country Glory. Transformatif: Jurnal Studi Keislaman, IAIN Palangka Raya.
URL: https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/TF/article/view/9777

Critical Assessment of Blockchain Applications in Zakat Literature: Lessons for Government and Future Directions

Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pengelolaan Zakat: Peluang, Tantangan, dan Arah Masa Depan

Oleh: Arva Athallah Susanto | Diterbitkan pada: 24 Mei 2025 (International Journal of Zakat)

Teknologi digital terus mentransformasi berbagai sektor finansial global, tidak terkecuali dalam ekosistem Keuangan Sosial Islam (Islamic Social Finance). Salah satu inovasi paling menjanjikan yang kini tengah menjadi sorotan adalah teknologi Blockchain. Melalui sebuah studi literatur mendalam, artikel ilmiah terbaru mengeksplorasi bagaimana Blockchain dapat merevolusi manajemen zakat menjadi lebih transparan dan efisien.

Abstrak Riset

"Teknologi blockchain merevolusi sektor keuangan, termasuk pengelolaan zakat dalam Islamic Social Finance (ISF). Studi ini menilai secara kritis potensi blockchain untuk mengatasi tantangan terkait zakat, seperti transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA, studi ini meninjau dokumen untuk mengevaluasi penerapan blockchain dan teknologi digital lainnya seperti AI dan IoT dalam pengelolaan zakat..."

Poin Kunci Hasil Penelitian

  • Solusi Transparansi & Akuntabilitas: Karakteristik Blockchain yang terdesentralisasi dan aman menawarkan solusi mutakhir untuk melacak pengumpulan hingga pendistribusian dana zakat secara real-time, sekaligus meminimalisir risiko manipulasi data.
  • Hambatan Adopsi: Meskipun potensinya besar, penerapan Blockchain pada lembaga zakat saat ini masih terbatas karena kendala kesiapan institusional, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, serta regulasi yang belum sepenuhnya matang.
  • Integrasi Ekosistem Digital (AI & IoT): Selain Blockchain, penggabungan teknologi lain seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dinilai mampu mengoptimalkan efektivitas zakat dalam program pengentasan kemiskinan.
  • Peran Strategis Pemerintah: Pemerintah memegang kunci utama dalam mempercepat digitalisasi ini dengan cara merumuskan kebijakan yang mendukung inovasi teknologinya tanpa mengesampingkan prinsip kepatuhan syariah (sharia compliance).

Mengapa Riset Ini Penting?

Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur keuangan Islam dengan menyajikan rekomendasi praktis bagi para pembuat kebijakan (policymakers) dan lembaga amil zakat. Melalui transformasi digital yang tepat, optimalisasi pengelolaan zakat dapat berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan penanganan kemiskinan yang lebih terukur.

Ingin membaca pembahasan lengkap dari artikel ilmiah ini?

Baca Artikel Selengkapnya di IJAZ

Sitasi Resmi:
Susanto, A. A. (2025). Critical Assessment of Blockchain Applications in Zakat Literature: Lessons for Government and Future Directions. International Journal of Zakat, 10(1), 80–98. DOI: https://doi.org/10.37706/ijaz.v10i1.658